Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Tuesday, December 09, 2008

KlabKlassik 2009: Mau ke Mana?

Secara komunitas, KlabKlassik (KK) telah berusia tiga tahun. Sepanjang itu pula, KK sibuk mencari pijakan. Pertanyaan ”mau dibawa kemana klab ini?” sungguh tak mudah untuk dijawab. Menilik sejarah klab sepanjang tiga tahun tersebut, KK memang berkegiatan kesana kemari. Yang pasti adalah nongkrong-nongkrong di Tobucil, sebuah toko buku yang menampung berbagai jenis komunitas, sebulan dua kali. Di sela-sela nongkrong itu, KK menyisipkan diskusi dari mulai yang ringan hingga serius. Ringan dalam artian mendengarkan musik bersama-sama atau membicarakan topik tertentu secara santai dan cenderung ngalor-ngidul. Diskusi serius berarti mendatangkan narasumber dan mengkondisikan komunitas layaknya peserta seminar. Adapun klab tiba-tiba berubah wujud menjadi semacam event organizer. Dalam kurun waktu tiga tahun, sudah sekitar lima belasan konser kami selenggarakan, yang mana bagi KK bukan sebuah pencapaian yang mudah, terutama jika mengingat dapur KK yang semuanya berstatus relawan. Umur tiga tahun tentunya masih amat singkat, namun tetap mumpuni menjadi referensi untuk membangun arah dan tujuan. Sebelum akhir tahun ini, KK berencana mengadakan kumpul-kumpul khusus untuk mendiskusikan garis besar kegiatan klab sepanjang tahun 2009. Berikut gambaran singkat opsi yang akan dipilih KK sebagai kegiatan inti di tahun 2009.
  • Diskusi Sosio-Kultural. Pembahasan musik klasik biasanya tak pernah jauh dari urusan teknis, historis, dan interpretasi. Perlu diakui bahwa kegemarannya berkutat di ranah tersebut justru membuat musik klasik selalu dicap sebagai wilayah yang eksklusif, konservatif, dan jauh dari keluwesan. Tantangan seriusnya ada pada kenyataan bahwa dinamika sosio-kultural dewasa ini berubah dengan sangat cepat. Jika musik klasik tidak rajin melakukan auto-kritik, bukan tak mungkin karisma dan reputasinya akan pudar dan ketinggalan. Musik klasik mesti dengan gagah mengumandangkan, bahwa dirinya tak pernah lekang oleh jaman. Contoh topik: Musik Klasik dan Relevansinya di Tengah Generasi MTv, Kompetisi Musik Klasik: Perlukah?, Interpretasi Musik Klasik: Teks vs Konteks, dsb.
  • Apresiasi Bersama. Tuntutan industri dewasa ini ternyata hanya fokus pada bagaimana mencetak musisi-musisi yang handal. Padahal, layaknya dua sisi mata uang, keberadaan para apresiator jempolan adalah sama pentingnya. Terbayang jika yang muncul kebanyakan adalah para musisi-musisi hebat, sedangkan para apresiator hanyalah sebatas pengagum semu yang ikut arus atau malah tukang kritik yang membabi buta. Kegiatan apresiasi bersama KK adalah upaya untuk membangun kesadaran mengapresiasi, yang mana jika dilakukan dengan kritis, analitis, dan rendah hati, maka akan membantu dinamika permusikan ke arah yang lebih sehat. Contoh kegiatan: masing-masing peserta membawa satu lagu favoritnya ke forum, untuk lalu diapresiasi bersama. Berbagai topik nantinya diawali dari apresiasi tersebut.

Kedua pilihan gagasan tersebut akan digodok lewat rapat KK, sebelum resmi dimulai secara rutin pada Januari 2009 di Tobucil, Jl. Aceh no. 56, Bandung. KK sebagai penyelenggara konser sengaja tidak dijadikan opsi karena ada upaya untuk lebih fokus pada kegiatan komunitas. Terlebih jika mengingat setiap konser perlu tenaga ekstra yang seringkali malah membuat pertemuan rutin menjadi terbengkalai. Tak lupa kami juga mengajak para pengunjung blog untuk ikut berpartisipasi terkait dengan kedua gagasan tersebut, boleh lewat comment, vote, e-mail ke klabklassik@yahoo.com atau milis ke klabklassik@yahoogroups.com.

No comments: