Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Sunday, May 17, 2009

Kronologi para Komposer berdasarkan Periodisasi (Dari Era Polifoni hingga Romantik)

ERA POLIFONI (1200-1650)

Era Polifoni identik dengan penggunaan kontrapung. Kontrapung secara sederhana dapat diartikan sebagai dua atau lebih melodi yang independen, namun tetap harmoni jika dimainkan secara bersamaan –meski independensinya masih terasa-. Gaya polifoni ini awalnya lebih sering digunakan untuk karya-karya koral yang tidak diiringi instrumen (a capella).

Periode Gothik (1200-1550):

Periode ini merupakan awal mula bentuk dan teknik polifoni dikembangkan. Musik jaman itu disebut juga Ars Antiqua (Ancient Art – Musik Purba).

Ars Nova (Abad ke-14):

Pada era ini, teknik dan ritmik baru menjadikan ekspresi musik polifoni menjadi lebih berkembang. Periode Ars Nova atau New Art ini juga menjadi landasan yang kuat bagi terbentuknya berbagai sekolah, aliran dan mazhab musik polifoni di periode-periode berikutnya.

Awal Mula Sekolah Polifoni (Abad ke-15 dan 16):

Sekolah polifoni awalnya berdiri di Belanda (Abad ke-15) dengan tokohnya yaitu Dufay (1400-1474), Josquin de Pres (c. 1445-1521) dan Orlando di Lasso. Setelah itu muncul hampir bersamaan di Venezia dan Roma pada abad ke-16. Venezia terkenal dengan Willaert (c. 1488-1562) dan Giovanni Gabrieli (c. 1557- c. 1612), sedangkan Roma dengan Palestrina (c. 1525-1592) dan Victoria (c-1557-1612). Adapun di abad ke-16 tersebut, sekolah polifoni tidak selalu berkaitan dengan musik-musik religius, melainkan ada juga yang sekuler, dengan tokoh-tokoh seperti Monteverdi (1567-1643), Byrd (1543-1623), Morley (1557-1603), dan Gibbons (1583-1625).

Periode Barok (Abad ke-17 dan Awal Abad ke-18):

Pada periode ini, kontrapung lebih berkembang, dramatis, dan sering dikombinasikan dengan bentuk-bentuk seperti aria, duet, dan kuartet. Musik koral sudah mulai diiringi oleh instrumen dan tidak selalu dalam bentuk a capella. Bentuk-bentuk musik gereja dikembangkan, seperti oratorio, passion, dan cantata. Tokoh-tokohnya antara lain: Carissimi (1605-1674), Schutz (1585-1672), J.S. Bach (1685-1750) dan Handel (1685-1759).

ERA HOMOFONI (ABAD KE-17)

Era Homofoni secara sederhana dapat diartikan sebagai periode dimana musik dengan melodi tunggal disertai iringan menjadi populer. Ini melahirkan musik-musik semacam opera dan art-song. Instrumen-instrumen seperti organ, clavier, dan violin juga muncul pada era ini. Berikut akan disebutkan komposer-komposer berdasarkan instrumen atau jenis musik yang sering digubah untuk karya-karyanya.

Opera : Monteverdi (1567-1643), Lully (1632-1687), Purcell (1659-1695)
Organ : Sweelinck (1562-1621), Frescobaldi (1583-1643), Buxtehude (1637-1707), Froberger (1616-1667), J.S. Bach (1685-1750)
Clavier : Couperin le Grand (1668-1733), J.S. Bach (1685-1750), Domenico Scarlatti (1685-1757), Handel (1685-1759)
Violin : Corelli (1653-1713), Vivaldi (1678-1757), Tartini (1692-1770), J.S. Bach (1685-1750)
Art Song : Purcell (1659-1695), J.S. Bach (1685-1750)

PERIODE KLASIK (ABAD KE-18 DAN AWAL ABAD KE-19)

Pada periode ini, musik instrumental yang homofonik mendominasi, mengalahkan musik koral dan polifoni. Berbagai bentuk berkembang dan mengkristal, seperti sonata, concerto, dan overture. Ada juga kelompok-kelompok musik seperti string quartet dan simfoni orkestra berkembang di era ini. Komposer-komposer yang terkenal dengan musik instrumentalnya pada periode ini antara lain, K. P. E. Bach (1714-1788), Boccherini (1743-1805), Johann Stamitz (1717-1757), Mozart (1756-1791), Haydn (1732-1809), dan Beethoven (1770-1827). Sedangkan untuk musik opera, yang terkenal antara lain Rameau (1683-1762), Gluck (1714-1787), dan Pergolesi (1710-1736).

PERIODE ROMANTIK (ABAD KE-19)

Periode Romantik memberi penekanan pada emosi dan berbagai perasaan subjektif sang komposer. Melodi dikembangkan; harmoni mejadi lebih ekspresif; ritmik menjadi variatif; dan instrumentasi menjadi lebih kaya dan brilian, seiring dengan para komposer berpikir banyak hal tentang artikulasi nada dan bunyi. Bentuk-bentuk lama peninggalan Periode Klasik seperti simfoni, sonata, concerto, dsb, menjadi lebih fleksibel. Di sisi lain, berbagai bentuk baru juga lahir, seperti karya kecil untuk piano dan violin; serta media orkestra baru seperti konser overture dan puisi simfoni. Ciri lain dari Periode Romantik adalah mulai bermunculannya artis konser dan resitalis, serta penggunaan lebih banyak nada-nada kromatik. Berikut akan disebutkan komposer-komposer berdasarkan instrumen atau jenis musik yang sering digubah untuk karya-karyanya:

Musik Instrumental : Beethoven (1770-1827), Berlioz (1803-1869), Schubert (1797-1828), Schumann (1810-1856), Mendelssohn (1809-1847), Chopin (1810-1849), Paganini (1782-1840), Liszt (1811-1886), Lalo (1823-1892), Brahms (1833-1897), Chausson (1855-1899), Vieuxtemps (1820-1881), Wieniawski (1835-1880), Sarasate (1844-1908), Bruch (1838-1920), K. Goldmark (1830-1915), Franck (1820-1890)
Art Song : Schubert (1797-1828), Schumann (1810-1856), Brahms (1833-1897), Franck (1822-1890), Faure (1845-1924), Richard Strauss (1864-1949), Hugo Wolf (1860-1903)
Opera : Weber (1786-1826), Cherubini (1760-1842), Donizetti (1797-1848), Bellini (1801-1835), Rossini (1792-1868), Verdi (1813-1901), Bizet (1838-1875), Gounod (1818-1893), Massenet (1842-1912), Thomas (1811-1896), Offenbach (1819-1880), Ponchielli (1834-1886), Mayerbeer (1791-1864), Halevy (1791-1864), Wagner (1813-1883), Humperdinck (1854-1921)

Periode Romantik juga terbagi pada beberapa aliran, berikut komposer beserta alirannya.

Realisme dan Naturalisme

Paham yang menyatakan bahwa musik sebaiknya dibuat sedemikian rupa agar dapat diinterpretasi secara lebih realistik. Tokoh-tokohnya antara lain: Mussorgsky (1839-1881), Charpentier (1860- ), Leoncavallo (1863-1919), Mascagni (1863-1945), Puccini (1858-1924)

Neo-Romantisisme

Paham ini ditularkan salah satunya oleh Richard Wagner. Neo-Romantisisme menekankan penggunaan instrumen orkestra yang lebih besar dan megah. Aspek-aspek mistik dan filosofis mulai dipergunakan. Ini kebalikan dari realisme dan naturalisme. Tokoh-tokohnya antara lain: Bruckner (1824-1896), Mahler (1860-1911), Scriabin (1872-1915), Richard Strauss (1864-1949).

Nasionalisme

Paham yang menekankan penggunaan lagu-lagu atau tarian daerah sebagai pijakan untuk membuat karya yang merepresentasi kebudayaan, sejarah atau latar belakang sebuah negara. Tokoh-tokohnya yakni: Glinka (1804-1857), ”The Russian Five”: Balakirev (1837-1910); Borodin (1833-1887); Cui (1835-1918); Mussorgsky (1839-1881); Rimsky Korsakov (1844-1908), Tchaikovsky (1840-1893), Grieg (1843-1907), Dvorak (1841-1904), Smetana (1824-1884), Albeniz (1860-1909).


Diterjemahkan dari: Ewen, David. The Home Book of Musical Knowledge. Prentice-Hall, Inc. 1960, hal: 7-14.

No comments: