Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Tuesday, June 30, 2009

Gitar dan Sejarah Perkembangannya

Pengantar

Sering ditemukannya gitar dalam berbagai kesempatan, membentuk stereotip sederhana bahwa popularitas instrumen tersebut memang sangat tinggi. Hanya saja kepopulerannya seringkali melahirkan anggapan yang keliru dari sudut pandang tertentu, seperti: potensi gitar yang sebatas instrumen genjrang-genjreng dan nirmakna dari sudut pandang historis. Padahal, seperti halnya instrumen yang dianggap “agung” macam piano atau violin, gitar pun punya sejarah nan panjang. Tak cuma sejarah, ia pun punya potensi yang lebih dari sekedar instrumen pengiring. Bahkan ada yang menjuluki gitar sebagai ”piano yang mudah dibawa-bawa”. Gitar pun punya tempat istimewa dalam alur sejarah raksasa musik klasik yang di dalamnya hampir selalu terlibat kekayaan harmoni dan musikalitas. Hanya saja, memang, oleh karena segala keterbatasan dan pengaruh jaman tertentu, ia tak serta merta terus mencuat. Kestabilannya kalah dari piano dan instrumen gesek, tapi tak berarti ia minim peran. Seringkali berkat popularitas gitarlah, musik klasik diselamatkan dari imej eksklusifitas dan marjinalitas berlebihan.

Evolusi dan Istilah Gitar

Gitar adalah sebuah instrumen musik dengan akar sejarah yang digunakan di berbagai jenis musik. Secara umum, gitar memiliki 6 (enam) senar, meskipun gitar lain yang memiliki 4 (empat), 7 (tujuh), 8 (delapan), 10 (sepuluh), 11 (sebelas), 12 (duabelas), 13 (tigabelas), 18 (delapanbelas), masih tetap ada dan digunakan.
Popularitas gitar sangat terasa khususnya dalam aliran musik flamenco, jazz, blues, country, mariachi, rock, dan berbagai bentuk musik pop, karena dalam aliran-aliran tersebut, gitar mendapatkan porsi yang sangat besar dan juga menjadi instrumen utama. Tak hanya dalam aliran musik yang umumnya dimainkan secara berkelompok, gitar juga dapat digunakan sebagai instrumen solo dalam musik klasik. Gitar dapat dimainkan secara akustik, yang suaranya dihasilkan dari getaran senar dan kemudian dimodulasi oleh lubang resonansi. Namun, gitar juga dapat dimainkan secara elektrik dengan menggunakan amplifier.
Secara tradisional, gitar dibuat dari kombinasi berbagai bahan, misalnya kayu untuk bagian badan gitar, dan usus binatang untuk senarnya (yang belakangan digantikan dengan bahan nilon ataupun kawat).
musik yang menyerupai gitar telah muncul semenjak dulu. Akar perkembangan Gitar dapat ditelusuri hingga 4000 tahun kebelakang, dengan mengkhususkan pada wilayah Asia Tengah hingga Asia Barat. Tetapi dokumentasi tertulis pertama yang menyebutkan gitar, berasal dari abad ke-14. Ada pendapat yang mengatakan bahwa bentuk gitar yang paling mendekati bentuk modern pada saat ini berasal dari wilayah Spanyol, yang pada abad ke-16 digunakan oleh masyarakat kelas menengah kebawah sebagai pengganti dari vihuela (instrumen yang memiliki kemiripan bentuk dengan gitar) yang digunakan oleh kalangan aristokrat. Pada abad ke-16 dan 17, penggunaan instrumen gitar menjadi populer di negara-negara Eropa selain Spanyol. Setelah melalui evolusi yang panjang, gitar mencapai bentuknya yang kita kenal seperti sekarang pada abad ke-18, dengan menggunakan enam senar untuk menggantikan bentuk senar-berpasangan yang dikenal sebelumnya.
Vihuela yang berasal dari Spanyol, atau disebut juga viola da mano, merupakan instrumen penting yang berpengaruh dalam perkembangan gitar modern, yang disebabkan karena kemiripan antara vihuela dengan gitar. Vihuela memiliki penalaan yang sama dengan lute, dan memiliki bentuk yang mirip dengan gitar. Instrumen ini sempat sangat populer dalam waktu yang singkat di kawasan Spanyol dan Italia. Publikasi musik yang terakhir diketahui untuk vihuela muncul pada tahun 1576. Hingga saat ini belum ada kejelasan, apakah vihuela merupakan instrumen transisi menuju bentuk gitar modern, atau hanya sekedar kombinasi dari oud Arab dan lute Eropa. Menurut beberapa pendapat, perubahan bentuk vihuela menjadi serupa dengan gitar modern, adalah sebuah strategi untuk membedakan lute Eropa dari oud Arab/Moor.
Selama Abad Pencerahan (Renaissance), gitar belum sepopuler lute. Karena pada saat itu, gitar tidak dianggap sebagai sebuah instrumen yang serius. Karya dari Alonso Mudarra yang berjudul “Tres Libros de Musica en Cifras para Vihuela” dianggap sebagai karya pertama untuk instrumen gitar pada saat itu. Kemudian, gitar mulai menarik perhatian berbagai musisi, sehingga karya bagi gitar bermunculan dan bertambah banyak.
Penggunaan istilah gitar (bahasa Inggris, guitar) juga memiliki sejarah yang panjang. Bahasa Inggris mengadopsinya dari bahasa Spanyol guitarra. Istilah guitarra sendiri “dipinjam” dari bahasa Andalusia-Arab qitara, yang berasal dari bahasa Latin chitara, yang juga memiliki akar dari bahasa Yunani khitara. Sehingga ada beberapa istilah yang mungkin menjadi akar terbentuknya istilah “guitar”, yaitu :
1. Guitare – Prancis
2. Gitarre – Jerman
3. Guitarra – Spanyol
4. Chitarra – Italia
5. Violão – Portugis
6. Khitara – Yunani Kuno
7. Guittern – Abad Pertengahan
Sementara itu, gitar elektrik dibuat untuk musik populer di Amerika Serikat pada tahun 1930an, yang umumnya memiliki badan yang penuh, tanpa lubang resonansi. Suara dari gitar elektrik dihasilkan oleh amplifier dan direkayasa secara elektronik oleh para gitaris yang menggunakannya. Les Paul, salah seorang musisi Amerika Serikat, membuat sebuah prototipe untuk gitar elektrik, yang kemudian menjadi sangat populer di awal tahun 1940an.

Perkembangan Fisik Gitar

Pada awal evolusinya, gitar memiliki 4 (empat) course, yaitu 3 (tiga) pasang senar yang dimainkan bersamaan, dan sebuah senar untuk nada tertinggi seperti instrumen berdawai lainnya, yaitu ukulele. Selama masa Barok, gitar mendapatkan course ke-5.
Course ke-5 dapat ditala dengan nada :
1. “A", seperti yang dikenal sekarang.
2. Nada "A" rendah, dan satu oktaf lebih tinggi untuk pasangan senar lainnya
3. Keduanya bernada “A” dalam oktaf yang lebih tinggi dibandingkan gitar modern.
Pada akhir masa Barok, ada 2 (dua) perubahan signifikan terhadap gitar. Perubahan pertama yaitu senar yang berpasangan berkurang menjadi satu senar, dan penambahan satu senar lainnya, sehingga jumlahnya menjadi 6 (enam) senar. Hingga perubahan ini, gitar masih berbentuk kecil dan sempit.
Kemudian, Antonio de Torres (1817-1892) nembuat desain dan konstruksi gitar yang baru. Dirinya memperbesar ukuran dan bereksperimen dengan bahan apapun yang mungkin dapat meningkatkan kualitas suara dari gitar, khususnya untuk meningkatkan volume suara. Dia juga yang pertama kali menggunakan penahan berbentuk kipas di dalam bagian atas dari badan gitar. Dari berbagai eksperimen yang dilakukannya, dia sempat membuat gitar menggunakan bahan spruce untuk bagian atas dan bahan paper-mache untuk bagian belakang serta samping, yang membuktikan pendapatnya bahwa sebagian besar volume dari gitar dihasilkan dari bagian atas. Dari karyanya ini, dia dapat disebut sebagai the father of the modern guitar.
Selain evolusi bentuk dan jumlah senar, bagian lain yang juga turut berubah dari waktu ke waktu adalah senar. Pada mulanya, gitar menggunakan senar dengan bahan dari usus hewan atau sutra. Namun pada tahun 1946, usus hewan digantikan dengan senar berbahan nilon. Penggunaan senar berbahan nilon merupakan kemajuan besar semenjak penggunaan usus hewan. Senar berbahan nilon dibuat oleh Albert Augustine, seorang pembuat instrumen musik yang berasal dari New York. Menurut istrinya, Rose Augustine, Augustine tidak mampu untuk memperoleh bahan senar dari usus hewan karena pembatasan yang diberlakukan akibat Perang Dunia II, dan mendapatkan ide setelah mengetahui bahwab ada surplus persediaan nilon untuk militer.
Augustine kemudian mendekati perusahaan DuPont, yang memproduksi nilon untuk militer, agar mau membuat senar berbahan nilon. Pada mulanya, perusahaan tersebut tidak yakin bahwa para pemain gitar akan mau memakai senar berbahan nilon yang memiliki karakter suara “sonik”. Untuk meyakinkan DuPont, Augustine membuat sebuah blind-test yang didengarkan oleh perwakilan dari DuPont. Pada ujicoba tersebut, perwakilan dari DuPont menyatakan bahwa gitar dengan senar berbahan nilon memiliki kualitas suara yang jauh lebih baik. Semenjak itulah, DuPont menyetujui permintaan Augustine untuk membuat senar gitar berbahan nilon. Andres Segovia sendiri, langsung mengganti senarnya yang lama dengan senar berbahan nilon semenjak mengetahui penemuan dari Augustine. Belakangan ini, senar berbahan fluorocarbon polymer digunakan sebagai alternatif dari penggunaan senar berbahan nilon. Suara yang dihasilkan senar berbahan polimer tersebut, lebih disukai oleh sebagian luthier (pembuat gitar) dan gitaris.

Gitar dari Waktu ke Waktu

• 1265 Juan Gil of Zamora menyebutkan gitar bentuk awal dalam karyanya berjudul “Ars Musica”.
• 1283-1350 Guitarra Latina & Guitar Moresca disebutkan beberapa kali dalam puisi karya Archpriest of Hita
• 1306 "Gitarer" dimainkan dalam Festival Westminster di Inggris.
• 1404 "Der mynnen regein" karya Eberhard Von Cersne menyebutkan referensi ke "quinterne."
• 1487 Johannes Tinctoris menjelaskan bahwa “guitarra” ditemukan oleh orang Catalan. Pendapat ini merujuk pada gitar dengan 4 (empat) course. Setiap course memiliki sepasang senar.
• 1546 "Tres Libros de Musica en Cifras para Vihuela" yang dibuat oleh Alonso Mudarra menjadi karya pertama bagi musik gitar.
• 1551-1555 Adrian Le Roy mempublikasikan 9 (sembilan) buku tablatur. Kesembilan buku ini mengikutsertakan karya pertama bagi gitar dengan 5 (lima) course
• 1600-1650 Publikasi untuk gitar menjadi semakin banyak, dan popularitasnya mulai menyaingi lute.
• 1674 Publikasi "Guitarre Royal" yang dibuat oleh F. Corbetta semakin meningkatkan popularitas instrumen gitar. Karya ini didedikasikan untuk Louis XIV.
• 1770-1800 Senar keenam ditambahkan pada gitar, dan course yang ada digantikan oleh senar tunggal.
• 1800-1850 Gitar menjadi sangat populer, baik dari konser-konser maupun publikasi yang dihasilkan. Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi and Dioniso Aguado menjadi komposer-komposer yang produktis
• 1850-1892 Antonio de Torres mengembangkan gitar dengan memperbesar lubang resonansi hingga berbentuk seperti yang kita kenal saat ini.
• 1916 Andres Segovia membuat konser di Ateneo, sebuah aula konser terpenting yang ada di Madrid. Sebelum adanya konser ini, gitar dianggap tidak mampu menghasilkan suara yang cukup besar untuk aula seukuran Ateneo.
• 1946 Senar berbahan nilon menggantikan senar berbahan usus hewan.

Para Komposer Gitar

Kemunculan instrumen petik di Eropa dimulai di era Renaissance, sekitar tahun 1400-1600. Walaupun demikian, keberadaan instrumen petik diperkirakan sudah ada jauh sebelum itu, berkembang di kawasan Timur Tengah dan Yunani. Di era Renaissance ini, instrumen petik yang dikenal orang banyak adalah lute dan vihuela.
Vihuela berkembang dari Spanyol, merupakan instrumen yang bentuknya mendekati gitar modern. Dalam perkembangan terakhirnya, vihuella memiliki enam buah senar double-string yang terbuat dari gut, ditala sebagaimana gitar modern kecuali senar tiga, yang ditala setengah laras lebih rendah. Suaranya “tinggi” dan memiliki ukuran yang cukup besar untuk dipegang. Komposer untuk instrumen vihuella yang paling terkenal adalah Luis Milan (1500-1561). Karya terpenting dalam hidupnya adalah buku berjudul Libro de Musica de Vihuela de Mano Intitulalo "El Maestro", dipublikasikan di tahun 1535.
Sementara itu di belahan Eropa lain, lute menjadi instrumen favorit di kalangan bangsawan. Bentuk umumnya biasanya ditandai dengan bentuk badan yang mendekati oval tebal serta jumlah senar yang bervariasi (dari 4 hingga 12). Manuskrip musik lute tertua ditemukan berasal dari Italia pada tahun 1500-an. Namun, perkembangan yang signifikan berada di Inggris.
Salah satu komposer penting lute di era renaissance adalah John Dowland (1563–1626) dari Inggris. Karya – karya Dowland berkisar dari karya untuk solo lute hingga kombinasi antara vocal dan lute. Publikasi karya Dowland pertama pada tahun 1597 berjudul First Book of Songs. Sebagian besar karya Dowland adalah untuk Lute. Sebagian besar bentuk karyanya adalah solo lute, lute song (untuk vocal satu suara dan lute), dan viol-consort dengan akompanimen lute.
Di era baroque (1600-1750) mulai berkembang instrumen baroque guitar. Instrumen ini lebih kecil dari gitar modern, konstruksi yang lebih ringan, dan menggunakan gut strings. Jumlah senar pada umumnya 5 buah, dimana pada umumnya digunakan system double-string. Komposer yang umumnya dikenal untuk instrumen ini adalah Gaspar Sanz (1640-1710) dan Robert de Visée (1658-1725).
Namun walau demikian, raksasa musik petik baroque tetap jatuh kepada karya Johann Sebastian Bach (1685–1750) dan Silvius Leopold Weiss (1687-1750). Keduanya memiliki karya dengan cirri musik yang kaya dengan harmonic modulation dan counterpoint. Walau demikian, Bach hanya menulis empat buah suite untuk lute dibandingkan range besar repertoar karya Weiss (yang mencapai 600 pieces).
Weiss menulis karya solo, chamber, dan concerto. Namun sayang, yang berhasil ditemukan hanya karya – karya lute solonya saja. Karya Weiss berbentuk sonata (yang bukan sonata form di era klasik) berisi baroque dance pieces. Weiss dan Bach saling mengenal, seringkali bersaing dalam hal improvisasi.
Yang menarik dari musik gitar adalah penggunaan istilah Early Romantic dibandingkan Classical dalam beberapa referensi, untuk mengategorikan periodisasi musik dengan rentang tahun 1785-1909. Periode ini dikenal sebagai Golden Age musik gitar karena bermunculannya composer – composer gitar yang menghasilkan karya dengan value tinggi. Selain itu, hal ini dengan alasan bahwa sebenarnya tahun lahirnya karya – karya ini, serta gaya komposisi yang digunakan, mengacu kepada era Late Classical namun belum sepenuhnya menggunakan unsure Romanticism.
Instrumen gitar yang digunakan pada masa itu lebih kecil, lebih ringan, serta lebih mudah dimainkan. Tone yang dihasilkan didominasi warna treble, dengan keseimbangan yang baik antara bass, mid, dan treble. Lebih renyah dan tajam, dengan respon attack yang lebih cepat dibandingkan dengan gitar modern yang memiliki bass berat serta mellow sustain. Senar yang digunakan mirip dengan yang digunakan oleh gitar modern, umumnya jumlah senar bervariasi dari 6 hingga 10 senar. Secara umum, kategori composer dibagi menjadi dua, berdasarkan kecendrungan gaya komposisi.
Periode awal dari early romantic dikategorikan dengan era Fernando Sor (1778-1839) dan Mauro Giuliani (1781-1829). Kedua composer ini seringkali dijadikan acuan periodisasi karena output karyanya yang besar dan bentuk karyanya yang bervariasi.
Giuliani adalah komposer yang berbasis di Vienna, dengan gaya komposisi khas Vienna: hidup, menarik, dan sangat meyakinkan. Giuliani merupakan teman dekat dari Beethoven, Schubert, Rossini, Paganini dan Hummel. Kedekatan ini satu sama lain saling mempengaruhi bentuk musik dari para composer ini sehingga terbentuk gaya yang khas serta memiliki kemiripan tersendiri. Karya Giuliani memiliki spectrum besar dari concerto, chamber, vocal works, ensemble, dan solo gitar.
Sor adalah gitaris-komposer yang menetap di Paris. Sor, selain menulis untuk gitar, dikenal juga sebagai komposer ballet. Sor selalu menulis musik serius dengan kemampuan lirikal,ditunjang dengan struktur voicing dan harmony yang ketat. Sor selalu menganggap dirinya seorang harmonist. Sumbangsih terbesarnya untuk perkembangan teknik gitar adalah Method for the Spanish Guitar yang diterbitkan di tahun 1832.
Era selanjutnya ditandai dengan komposer Napoleon Coste (1805 – 1883) dan Johann Kaspar Mertz (1806 - 1856). Idiom romatik mulai dipergunakan oleh kedua komposer ini. Gaya komposisi Coste mengacu pada gaya klasik dari Sor, namun dengan tambahan khas idiom French-romanticism. Sedangkan Mertz musiknya mengacu kepada gaya lirikal dan penggunaan appergio yang mirip dengan karya – karya piano romantik. Keduanya adalah gitaris yang menggunakan gitar romantik dengan jumlah senar di atas 6.
Setelah era ini, baru berkembang musik romantik untuk gitar, yang umumnya menjadikan Fransisco Tarrega (1852 – 1909) sebagai penutup era early romantic dan memulai era romantik (dan modern). Yang membuat Tarrega begitu terkenal adalah berkat jasa murid – muridnya dan metode pembelajaran gitar serta etude – etude-nya. Selain itu, musik Tarrega umumnya ringan dan mudah untuk didengarkan, sehingga membentuk cirri tertentu bagi karya – karyanya. Di era ini, penggunaan gitar dengan model Torres umum digunakan, yang merupakan model gitar modern hingga saat ini.
Tentu saja disamping komposer – komposer yang dibahas di atas, masih banyak komposer – komposer gitar lain yang layak mendapat perhatian dan apresiasi karyanya. Sebut saja naman – nama seperti Regondi, Aguado, Carcassi, Arcas, Legnani, dan lain – lain. Umumnya kebanyakan orang kurang mengenal karya – karya mereka karena “termakan” jaman romantik yang lebih menyukai orchestra dan piano. Gitar tenggelam di era romantik. Timbul kembali pada periodisasi modern serta kembali mendapat pengakuannya sebagai instrumen konser.
Berkembang banyak sekali posibilitas permainan gitar dari segi teknik hingga gaya komposisi musik di era modern (hingga kini). Komposer – komposer yang layak mendapat perhatian serta apresiasi seperti Villa-Lobos, Castelnuovo-Tedesco, Dyens, Rodrigo, dan lain – lain. Komposer – komposer di era modern selain kembali menggali potensi musik untuk gitar, juga membuka kemungkinan – kemungkinan baru tentang bagaimana instrumen ini dapat dimainkan.
Dari sejarah perkembangan gitar, selalu terlihat pola berulang dimana seorang komposer gitar umumnya adalah pemain gitar juga. Kemungkinan hal ini disebabkan kerumitan teknikal gitar yang walau di satu sisi seolah membatasi kreativitas komposer, namun di sisi yang lain justru membutuhkan skill serta kreativitas tersendiri dalam membuat komposisi – komposisinya.

Glosarium Gitar

A. Simbol untuk jari manis kanan. Singkatan dari anular.
Akor. Kesatuan bunyi dalam musik yang mengandung tiga not atau lebih.
Akustik. Jenis gitar yang dapat dimainkan langsung, tanpa harus memakai amplifier atau piranti elektronik lain untuk memperkuat bunyinya.
Apoyando. Teknik memetik gitar dengan jari, dengan arah petikan sejajar posisi senar hingga jari tertahan di senar berikutnya setelah memetik.
Arch top. Desain gitar dengan permukaan maupun punggung tidak datar, melainkan melengkung/cembung seperti pada biola. Bianya gitar dengan desain ini digemari gitaris jazz.
Backboard. Sisi belakang gitar yang menempel ke dada gitaris.
Balalaika. Alat musik khas Rusia yang termasuk kerabat gitar dengan bentuk badan segitiga serta ukuran yang beragam.
Banjo. Instrumen musik mirip gitar dengan bagian badan berbentuk bulat, digunakan terutama untuk musik country dan folk. Yang paling populer adalah banjo dengan lima senar yang ditala membentuk akor G mayor: GDBGD.
Capotasto. Biasa disebut capo saja. Semacam penjepit yang dipasang pada leher gitar untuk menekan keenam senar pada posisi tertentu. Berfungsi untuk menghasilkan nada dasar yang lebih tinggi (modulasi).
Ceja. Ada pula yang menyebutnya barre. Penggunaan jari 1 (telunjuk) untuk menekan sekaligus dia hingga enam senar.
Cut away. Lekukan/potongan bagian bodi gitar di dekat leher yang bertujuan memudahkan jari kiri menjangkau not-not tertinggi pada leher gitar.
Etude. Komposisi yang dirancang secara khusus agar dapat meningkatkan kemampuan teknik pemainnya.
Falseta. Improvisasi permainan gitar dalam musik flamenco. Dimainkan di antara bait-bait nyanyian untuk memberi kesempatan penyanyi bernafas sejenak sebelum melanjutkan nyanyiannya.
F-Hole. Lubang suara pada bagian depan gitar elektrik maupun akustik yang menyerupai huruf F. Biasanya sepasang.
Fingerstyle. Teknik memetik gitar dengan memanfaatkan ibu jari dan jari-jari tangan kanan untuk memetik langsung senar-senar gitar.
Flamenco. Musik tradisional dari kawasan Spanyol Selatan yang memiliki karakter unik dan eksotis. Teknik terpenting dalam bermain gitar flamenco adalah rasquedo, tremolo, dan golpe.
Golpe. Teknik memukul permukaan gitar dengan jari untuk memberi efek perkusif.
Harmonik. Efek nada tinggi –pada gitar klasik menyerupai suara harpa- yang diperoleh dengan menyentuh lembut (bukan menekan) senar lepas pada fret tertentu lalu memetiknya. Bisa dilakukan pada fret 3, 4, 5, 7, 9, 12, 19, dan 24.
Headstock. Desain ukiran pada kepala gitar.
I. Simbol untuk jari telunjuk kanan. Singkatan dari indice.
Lap Steel. Jenis gitar berdawai logam yang didesain khusus untuk dimainkan dengan posisi dipangku.
Lute. Alat musik berdawai mirip gitar dengan bentuk tubuh menyerupai buah pir dibelah dua. Amat populer di Eropa sejak Abad Pertengahan hingga abad ke-18.
Luthier. Pembuat gitar.
M. Simbol untuk jari tengah kanan. Singkatan dari medio.
Mandolin. Instrumen musik mirip gitar dengan tubuh lebih kecil serta berbentuk mirip tetesan air yang berasal dari Italia dan populer sejak abad ke-17.
Nut. Bilah kecil keras yang menjadi tempat sandaran atau melintasnya senar di ujung leher gitar.
Open tuning. Tala alternatif pada gitar hingga keenam senar lepas menghasikan bunyi sebuah akor mayor ataupun minor. Contohnya E-G#-B-G#-B-E menghasilkan bunyi akor E mayor.
P. Simbol untuk ibu jari kanan. Singkatan dari pulgar.
Plektrum. Peranti untuk memetik senar gitar.
Rasqueado. Teknik strumming dengan memukulkan secara berurutan empat jari kanan ke semua senar. Dimulai dari kelingking sampai telunjuk.
Senar. Biasa disebut juga dawai. Pada zaman dulu senar gitar terbuat dari kawat maupun usus hewan. Pada masa kini, hanya ada dua jenis pokok senar: nilon dan logam.
Solid body. Gitar dengan bagian tubuh yang tidak berongga, padat.
Soundhole. Lubang pada bagian depan gitar akustik/klasik untuk melepaskan gelombang suara yang dihasilkan dari dalam tubuh gitar.
Strumming. Membunyikan beberapa senar sekaligus secara serentak dengan menggunakan jari atau plektrum.
Tabalet. Efek suara tambur atau drum. Dengan tangan kanan, pilin senar 5 dan 6 hingga bertukar tempat, lalu tekan/tahan kedua senar itu pada fret ke-9 (boleh juga posisi lain) dengan telunjuk kiri agar tak kembali ke posisi semula. Petik kedua senar bersamaan. Melodi pada senar 1 atau 2 bisa dimainkan berbarengan dengan suara “tambur” ini.
Tirando. Teknik memetik gitar dengan jari, dengan arah petikan mengayun ke bagian telapak tangan. Juga disebut dengan al aire atau free stroke.
Ud (oud). Instrumen berdawai dari Arab yang diduga merupakan nenek moyang instrument gitar modern. Catatan sejarah menunjukkan ud sudah dikenal sejak abad ke-7. Ud tak memiliki fret alias fretless dan dipetik dengan menggunakan plektrum. Ud masuk ke Spanyol saat pendudukan kaum moor.
Ukulele. Instrumen berdawai yang mirip gitar dalam skala mini dan hanya memiliki empat senar. Diperkenalkan ke Kepulauan Hawaii tahun 1870 oleh para pelaut Prtugis, namun baru populer di Amerika Serikat di awal abad ke-20.
Vihuela. Alat musik petik dari abad ke-15 dan 16 di Spanyol yang merupakan nenek moyang gitar modern.

DAFTAR PUSTAKA
• Gitarpedia. Kristianto, Jubing. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: 2005.
• The Home Book of Musical Knowledge. Ewen, David. Prentice-Hall, Inc. London: 1960.
• www.wikipedia.org

No comments: