Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Sunday, June 07, 2009

Istilah dalam Musik Vokal dan Koral (bagian 2)


Folk Song: Musik rakyat, bentuk tertua dari ekspresi musikal. Berbeda dari musik seni yang dibuat oleh seorang komponis, folk song dibuat secara masal dan komunal, dimana dokumentasinya pun dilakukan secara sederhana dari mulut ke mulut pada setiap generasi. Biasanya folk song lebih sederhana secara estetik dan mengekspresikan lokalitas, seperti legenda dan kepercayaan. Ketertarikan dunia musik klasik Barat pada folk song baru dimulai pada abad ke-19 atau era Romantik. Sebelumnya, musik seni yang menjadi sentral.

Motet: Seting musik dalam gaya polifoni untuk nyanyian-nyanyian yang tidak diiringi oleh instrumen. Sumber motet biasanya dari teks-teks Injil, dan berbahasa latin. Motet disebut juga versi religius dari madrigal. Motet dipopulerkan oleh Palestrina, dimana dia menyelesaikan lebih dari dua ratus karya untuk motet.

Requiem: Requiem diartikan sebagai nyanyian untuk mengiringi kematian. Bentuk requiem pertama kali dikembangkan di awal musik polifoni oleh komposer-komposer semacam Palestrina dan Victoria. Requiem yang paling terkenal dan paling sering ditampilkan adalah milik Mozart, yang ia gubah tahun 1791.
Mengenai requiem Mozart, ada cerita menarik. Alkisah, ada seorang asing, berbaju abu dan bertopeng, datang ke kediaman Mozart dan minta dibuatkan sebuah requiem. Saat itu, sang peminta minta identitasnya dirahasiakan. Belakangan, ketahuan bahwa identitas peminta adalah Count von Walsegg. Namun hingga kematiannya, Mozart tidak pernah tahu dan ia masih menganggap peristiwa itu adalah kejadian supranatural, yang ia anggap seperti datangnya pembawa pesan.
Saat itu Mozart dalam keadaan sakit keras, namun ia tetap melanjutkan penulisannya, dan menganggap bahwa kedekatannya pada ajal membuat ia sangat menghayati pembuatan karyanya ini. Pada saat akhir ia akan menyelesaikannya, Mozart benar-benar kepayahan dan tak mampu melanjutkannya sendiri. Ia akhirnya memanggil seorang teman untuk membantunya menulis. Sebelum napas terakhirnya, ia menirukan suara trumpet, yang mana temannya menganggap itu sebagai suara Tuba. Requiem itu akhirnya tak selesai, dan dilanjutkan oleh Sussmayer. Mozart berhasil menyelesaikan dua belas bagian dari keseluruhan lima belas. Tiga terakhir -Sanctus, Benedictus, dan Agnus Dei- diselesaikan oleh Sussmayer.
Di era Romantik, Berlioz menjadi salah satu komposer yang menghasilkan requiem di tahun 1837l selain Faure di tahun 1887. Selain itu, Brahms juga menyelesaikan A German Requiem yang diadopsi dari Injil Lutheran. Brahms yang memulai menulis pada tahun 1861, menujukan requiem tersebut pada temannya, Robert Schumann. Requiem tersebut akhirnya selesai pada tahun 1866. Pembuat Requiem lainnya adalah Verdi, yang ia tujukan untuk novelis Italia, Manzoni yang meninggal tahun 1873. Selesai tahun 1874, requiem tersebut ditampilkan pertama kali di Katedral St. Mark di Milan.




No comments: