Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Monday, June 01, 2009

Kronologi para Komposer berdasarkan Periodisasi (Era Modern)

Dalam periode Modern, terjadi semacam reaksi atas gaya Romantik dan Neo-Romantik. Reaksi tersebut tak lain merupakan respon atas struktur musikalnya, emosi yang berlebihannya, serta filosofinya. Periode modern merupakan kombinasi antara respon atas kritik tersebut, dengan berbagai ekplorasi serta eksperimen baru dalam hal gaya, teknik, dan idiom. Meski demikian, dalam tradisi Modern, terdapat beberapa gaya yang mengusung kembali ide Romantik, dan adapun yang jauh kembali ke era Klasik.

Impresionisme : Aliran yang tidak menekankan pada subjek dari karya musik, melainkan pada emosi dan sensasi yang dihasilkan oleh subjek. Nuansa, mood, atmosfir, cahaya, dan warna, mendapat tempat lebih ketimbang bentuk dan substansi.
Komposer : Debussy (1862-1918), Ravel (1875-1937), Delius (1862-1934)

Ekspresionisme : Ekspresionis menghindari nada utama dari tonal, atau dalam arti kata lain, kaum tersebut memilih bentuk-bentuk atonal. Salah satu teknik terpenting para ekspresionis adalah twelve-tone system.
Komposer : Schoenberg (1874-1951), Berg (1885-1935)

Neo-Klasik : Kembali ke bentuk-bentuk klasik beserta tekniknya, namun dengan kombinasi-kombinasi baru.
Komposer : Stravinsky (1882-1971), Hindemith (1895-1963), Respighi (1879-1936), Roussel (1869-1937)

Dinamisme : Penekanan terletak pada ritmik-ritmik primitif dan kekuatan dinamikanya, namun dalam bentuk yang lebih rumit.
Komposer : Stravinsky (1882-1971), Prokovief (1891-1953)

Nasionalisme : Aliran yang menggubah karya untuk kepentingan negara serta patriotisme. Biasanya karya-karyanya diinspirasi oleh tradisi lokal setempat.
Komposer berdasarkan negara : Armenia (Khatchaturian [1903-1978]), Bohemia (Martinu [1890-1959]), Brasil (Villa-Lobos [1887-1959]), Inggris (Vaughan-Williams [1872-1958]), Finlandia (Sibelius [1865-1957]), Hungaria (Bartok [1881-1945]), Kodaly [1882-1967]), Meksiko (Chavez [1899-1978]), Moravia (Janacek [1854-1928]), Polandia (Szymanowski [1883-1937]), Rumania (Enesco [1881-1955]), Spanyol (Falla [1876-1946], Turina [1882-1949]), AS (Ives [1874-1954]), Copland [1900-1990])

Popularisme : Akar tradisi biasanya masih diusung dalam komposisi-komposisinya, namun digabung dengan musik-musik populer negara setempat. Kepentingannya pun bukan untuk nasionalisme.
Komposer : Villa Lobos (1887-1959), Gershwin (1898-1937)

Musik Proletar : Aliran yang menulis karya untuk kepentingan masal, dan sangat dipengaruhi oleh ideologi Sosialis. Berkembang pesat di wilayah Uni Soviet.
Komposer : Shostakovich (1906-1975), Prokofiev (1891-1953), Kabalevsky (1904-1987), Maskovsky (1881-1950)

Neo-Barok : Aliran yang mengusung kembali gaya kontrapung abad ke-16 dan 17.
Komposer : Hindemith (1895-1963)

Neo-Mistisisme : Aliran yang mengombinasikan filosofi dan mistisisme dari era Romantik serta karakter Wagnerian.
Komposer : Scriabin (1872-1915).

Romantisisme : Aliran yang mengembalikan komposisi-komposinya pada semangat dan filosofi era Romantik.
Komposer : Saint Saens (1835-1921), Glazunov (1865-1936), Rachmaninoff (1878-1943).

No comments: