Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Monday, October 19, 2009

Romeo dan Juliet: Opera Cinta nan Abadi


Romeo dan Juliet adalah opera dalam lima babak karya Charles Gounod. Diangkat dari karya sastra William Shakespeare. Penampilan pertama adalah di Theatre Lyrique, Paris, 27 April 1867.

Alkisah, di sebuah pesta topeng milik keluarga Capulet, Juliet mengekspresikan kegembiraannya hari itu dalam sebuah waltz berjudul Je veux vivre dans ce reve. Romeo, seorang anak dari keluarga Montague ikut pesta. Akibat keberadaan Romeo yang diketahui Tybalt, sepupu dari Juliet, Romeo pun diminta pergi. Larangannya tersebut tidak terlepas dari permusuhan keluarga Capulet dan Montague yang dianggap sudah bebuyutan.

Romeo dan Juliet pelan-pelan saling jatuh cinta. Di bawah jendela kamar Juliet, Romeo sering bernyanyi serenade berjudul Ah, leve-toi, soleil. Juliet menanggapi nyanyian tersebut, dan seringkali terpotong oleh panggilan dari perawatnya.

Karena dilarang oleh kedua orangtua masing-masing, mereka menikah secara rahasia di sel yang ditempati oleh Pendeta Laurence. Keadaan kemudian tidak serta bahagia setelah mereka menikah. Terjadi perang terbuka antara keluarga Capulet dan Montague, yang menyebabkan terlukanya kawan Romeo bernama Mercutio. Romeo membalas dendam dan berbuntut kematian Tybalt; yang membuat Romeo mesti diasingkan.

Sadar akan diasingkan, Romeo masuk ke kamar Juliet untuk mengucapkan perpisahan. Bersamaan dengan itu, Pendeta Laurence mengumumkan kabar menyedihkan: Sudah diatur pernikahan bagi Juliet di Paris, yang mana sang mempelai pria sudah ditentukan oleh sang ayah. Juliet tidak mau pernikahan itu terjadi, dan akhirnya meminum ramuan dari sang pendeta, agar ia mati suri. Pendeta sengaja memberikan ramuan itu, agar pernikahan batal dan Juliet bisa pergi bersama Romeo. Juliet "mati" di pelukan ayahnya, pernikahan tersebut pun seperti diduga, tidak terjadi.

Romeo yang mengetahui kabar kematian Juliet, mendatangi rumah duka dengan sangat sedih. Menyanyikan hymne untuk kecantikannya, berjudul Salut! tombeau sombre et silencieux. Karena tidak tahu bahwa kematian itu sementara, Romeo memutuskan untuk ikut mati dengan minum racun. Tak lama setelah Romeo meninggal, Juliet bangun dari mati surinya. Mendapati sang suami meninggal, Juliet ikut mati dengan menikam diri.



Sumber literatur: Ewen, David. The Home Book of Musical Knowledge. Prentice Hall, Inc. 1954. Hal 271-271.

No comments: