Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Monday, January 17, 2011

Akademi KlabKlassik: Studi Kontrapung

Latar Belakang:

Dewasa ini, musik seolah milik dua lembaga: kampus-kampus dan sekolah musik. Kampus, disana ada pengetahuan yang relatif menyeluruh soal musik. Mulai dari teknis, sejarah hingga teori. Persoalannya, akses terhadap kampus tidak bebas dan terbuka. Disertai biaya pendidikan yang semakin mahal, maka itu pada titik ini musik mengekslusifkan dirinya. Pelajaran holistik soal musik yang banyak diajarkan di kampus-kampus, seolah "dilarang" untuk keluar dari kampus. Hanya ia yang belajar dan membayar disana yang berhak memperoleh hak-hak semacam ini. Sekolah musik lebih umum dan membumi, hanya saja kepadatan jam belajar-mengajar membuat lembaga ini seringkali memfokuskan diri pada urusan teknis ketimbang sejarah ataupun teori. Kedua persoalan ini cukup dilematis dan memang tak bisa sepenuhnya menyalahkan dua lembaga tersebut.

Atas dasar itu, KlabKlassik sebagai komunitas non-profit yang independen, mencoba menengahi persoalan ini dalam rangka mensinergikan seluruh pihak-pihak yang dianggap punya andil mengenalkan musik pada masyarakat. Pendidikan sejarah musik, analisa karya, teori dasar, aransemen, dan komposisi yang biasanya diperoleh di kampus-kampus, akan dicoba diperkenalkan di ruang alternatif yang mudah diakses: garasi rumah. Sedangkan menyoal biaya, akan diupayakan agar terjangkau masyarakat lebih umum: yakni mereka yang mencintai musik, mempelajarinya sungguh-sungguh, ingin berkontribusi dengannya, namun tidak memilih untuk belajar di kedua lembaga tersebut atas alasan tertentu. Akademi KlabKlassik, begitu program ini disebut, tidak ingin menyaingi kedua lembaga di atas dalam hal pengajaran musik. Melainkan mengajak seluruhnya agar tetap menjalankan fungsinya sendiri-sendiri dengan baik, untuk kemudian bersinergi mencerdaskan dan meningkatkan apresiasi masyarakat.

Tema Besar (Counterpoint Study):

Kontrapung adalah struktur melodi pokok atau lazim disebut dengan cantus firmus (c.f.) dilawan dengan struktur melodi lainnya, keduanya mempunyai aturan-aturan yang berlaku. Ilmu terkait: sejarah musik, analisa karya, musik teori dasar, aransemen, dan komposisi.



Narasumber:

Diecky K. Indrapraja. Komponis dan Pendidik. Belajar gitar dan teori musik di Lembaga Musik Mayura Surabaya lalu melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Musik Bandung. Pada saat ia masih mahasiswa, ia menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Komposisi, Kontrapung, Harmoni dan Komputer Musik. Ia memperoleh gelar Sarjana pada tahun 2008 dan mengajar di universitas tempat ia pernah belajar. Sekarang ia melanjutkan studi di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung untuk mendapatkan gelar masternya. Workshop komposisi yang pernah diikuti, diantaranya oleh Dieter Mack, Shin Nakagawa, Jody Diamond, Roderik de Man, Armeno Alberts, Jonas Bisquert, dan Jurgen Sligter. Saat ini ia berkarya sebagai seorang komposer lepas di Bandung. Selain berbagai karyanya untuk solo instrumen, musik kamar dan musik orkestra, ia juga pernah bekerja sama dengan perupa dan penari kontemporer, serta ansambel tradisional untuk jenis musik baru. Beberapa karyanya telah direkam dan diterbitkan oleh "Cantus Music Center", dan dipentaskan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di Amerika dan Asia lainnya. "G-Spot Tornado Ensemble Modern", merupakan ansambel musik kamar yang ia dirikan bersama "New Music Colony (NMC)", sebuah komunitas untuk musik kontemporer di Bandung. Ia juga sering menjadi pembicara dalam seminar dan workshop untuk apresiasi musik seni modern dan komposisi musik. 

Silabus:

Lesson 1: Introduction (3 Februari & 10 Februari)

* Music History
* Musical Textures
* Counterpoint Overview
* Consonance and Dissonance
* Identifying Ratios, Intervals, and Motions

Lesson 2: Contrapuctal Basics (17 Februari & 24 Februari)

* 1:1 Ratios
* Applying Ratio Principles
* Linear and Vertical Awareness
* Two Part Counterpoint
* Writing Contrapuntal Basics

Lesson 3: Unessential Notes (3 Maret & 10 Maret)

* 2:1 Ratios
* What are Unessential Notes
* Examples of Unessential Notes
* Writing Counterpoint with Unessential Notes

Lesson 4: Unessential Notes II (17 Maret & 24 Maret)

* 3:1 and 4:1 Ratios
* Unessential Notes based on 3:1 and 4:1 Ratios
* Examples of Unessential Notes
* Writing Counterpoint with Unessential Notes

Lesson 5: Florid Counterpoint (31 Maret & 7 April)

* Syncopations
* Suspentions
* Appoggiaturas
* Anticipations
* Imitations
* Examples of Florid Counterpoint
* Writing Counterpoint with Florid Counterpoint

Lesson 6: Canon (14 April & 21 April)

* What is a Canon?
* Early Examples of Canon
* Writing a Simple Canon
* Canonic Phrasing
* Analyzing Pachelbel's Canon in D
* Accompanied Canon in Popular Music

Jadwal & Tempat:

Akademi KlabKlassik Angkatan II diselenggarakan setiap hari Kamis pukul 18.30-20.00 dari mulai 3 Februari sampai 21 April. Tempat penyelenggaraan adalah ruang alternatif Garasi 10, Jl. Rebana no. 10, Bandung.

Persyaratan:

* Umum
* Bisa membaca not balok.
* Membayar biaya keikutsertaan sebesar Rp. 150.000,- / 12x pertemuan (Dengan fasilitas sertifikat, konsumsi, kertas paranada, dan alat tulis). Biaya keikutsertaan boleh dicicil 3x.
* Peserta dibatasi hingga 20 orang.
* Informasi dapat menghubungii Syarif (0817-212-404)

Profil KlabKlassik:

KlabKlassik (KK) adalah komunitas dan ruang apresiasi musik klasik yang berdiri di Bandung pada tanggal 9 Desember 2005. Dasar kemunculannya tidak lepas dari stereotip orang kebanyakan yang menganggap musik klasik sebagai musik yang eksklusif, kompleks, berat, dan serius. Meski stereotip itu terkadang ada benarnya, namun musik klasik ternyata bisa “terjangkau”, santai, sederhana, dan membumi juga, jika berhasil memilah mana yang menjadi inti, dan mana kemasannya. Sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran tersebut, KK mencobanya lewat berbagai acara kumpul komunitas, diskusi santai, konser musik klasik yang jauh dari kesan eksklusif, serta keterbukaan tukar pikiran via dunia maya.

Pada awal didirikannya, KK hanya diniatkan sebagai kelompok musik insidental yang tampil pada acara JazzAid: Jazz untuk Korban Tsunami pada Februari 2005. Kala itu yang tampil adalah empat gitar yang terdiri dari Royke Ng, Christian Reza Erlangga, Ahmad Indra dan Syarif Maulana. Setelah penampilan tersebut, timbul dorongan dari Dwi Cahya Yuniman, koordinator KlabJazz (komunitas musik jazz), untuk membangun sebuah komunitas. Dorongan tersebut akhirnya dicoba direalisasikan setelah mendapat kesempatan berkumpul sebulan sekali di Common Room, Jl. Kyai Gede Utama no. 8.

Akumulasi dari kumpul-kumpul tersebut salah satunya berhasil mencetuskan ide untuk membuat sebuah pagelaran musik klasik bernama Classicares. Penyelenggaraan Classicares yang diadakan pada 9 Desember 2005 di Gedung Asia Africa Cultural Center, dianggap sebagai titik tolak kelahiran KK sebagai komunitas yang mandiri. Sejak saat itu, penyelenggaraan konser secara berkala menjadi agenda rutin KK disamping acara kumpul-kumpul yang terus berjalan.

Sejak pertengahan tahun 2007, KK resmi berkomunitas di Tobucil, Jl. Aceh no. 56. Kepindahan tersebut juga menandai munculnya beberapa agenda baru KK, yang lahir dari proses evaluasi dan auto-kritik tiada henti. Agenda baru tersebut menggiring KK untuk tidak melulu berkutat di ranah komunitas, melainkan juga ruang apresiasi, yang mana mendorong KK untuk semakin membuka diri.

Sejak tahun 2005, KlabKlassik cukup aktif mengadakan konser-konser musik klasik. Hingga sejauh ini, kurang lebih dua puluh konser sudah diselenggarakan KlabKlassik baik statusnya sebagai penyelenggara ataupun pendukung. Beberapa konser yang diselenggarakan KlabKlassik diantaranya Classicares (2005), April String Festival (2006), Classical Guitar Fiesta (2006, 2008, dan 2010), Resital Tiga Gitar Plus Satu (2009), Resital Flute dan Piano Fauzie Wiriadisastra dan Andrew Sudjana (2009) Konser Ririungan Gitar Bandung (2009), Resital Piano Andrew Sudjana (2010), Resital Trumpet dan Piano Eric Awuy dan Iswargia R. Sudarno (2010) dan beberapa konser lainnya.

Informasi:

E- mail: klabklassik@yahoo.com
Blog : www.klabklassik.blogspot.com
Kontak: Syarif (0817-212-404)

No comments: