Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Thursday, May 10, 2012

Klabklassik Edisi Nonton: Red Beard (1965) Memanusiakan Manusia ala Akira Kurosawa

Minggu, 13 mei
Pukul 15.00 s/d the end
Tempat Tobucil : jl. Aceh no.56 bandung
(Gratis dan terbuka untuk umum)

Plot besar film ini pada dasarnya bersumber dari kompilasi cerita pendek karya penulis shugoro yamamoto yaitu “akahige shinryotan (red beard)” dan adaptasi novel karya Fyodor Dostojevsky “The insulted and the injured” yang menyajikan sublot cerita seorang gadis muda, ottoyo (Terumi Niki)yang diselamatkan dari sebuah rumah bordil oleh dr. niide lalu mengabdi di rumah sakit, film red beard menyoroti masalah kesenjangan sosial dan eksporasi dua tema besar yang selalu diusung sang sutradara akira kurosawa yaitu humanisme dan eksistensialisme.



Bersetting era penguasa shogun di jepang pada abad ke 19, film ini mengajak kita untuk menghayati kesakitan dan penderitaan manusia di sebuah rumah sakit rakyat di kota edo yang dikelola oleh dr. kyojo niide (toshiro mifune) dia dijuluki si janggut merah (red beard), di rumah sakit miliknya para pasien kaum tak mampu dilayani layaknya manusia dan dibolehkan menetap, kaum papa ini merasa betah hidup di rumah sakit itu dan merasa menjadi bagian sebuah keluarga disana. Konflik dimulai saat datangnya seorang dokter muda lulusan kedokteran belanda dari Nagasaki dr.noboru yasumoto (yuzo kayama) yang ditugaskan untuk praktek di rumah sakit tersebut, membawa arogansi merasa bahwa ia seharusnya bekerja sebagai dokter pribadi penguasa shogun,alih alih menjalankan tugasnya ia malah menolak untuk mengobati pasien melawan seluruh aturan rumah sakit dan berharap dengan caranya ini ia akan dikeluarkan oleh niide, tapi naluri manusiawi niide menghadapi dan mengobati para pasiennya penuh kasih, lambat laun melunakan kebekuan hati yasumoto, ketika yasumoto disuruh oleh niide untuk menunggui pasien tua yang sekarat meghadapi ajalnya yasumoto mengikuti detik detik si pasien tua itu menghembuskan nafas terakhirnya meradang kesakitan tanpa meninggalkan sepatah kata pun, pengalaman batin itu merubah pandangan hidup yasumoto untuk selamanya.

Berandai andai film ini menjadi referensi wajib untuk setiap instansi rumah sakit, sebab di dalamnya mengajarkan kemanusiaan bahwa setiap pasien memiliki hak untuk dilayani secara professional tanpa melihat materialnya. Apabila rumah sakit di negeri ini memasang kualifikasi kelas standar pelayanan layaknya memilah penderitaan berdasarkan status dan materialism, sementara di lorong yang gelap si miskin yang sakit makin miris untuk berobat dan datang ke rumah sakit, menyisakan ironi..jadi siapa sebenarnya yang “sakit”…

Pemain                 : toshiro mifune, yuzo kayama, kyoko kagawa, terumi niki
Sutradara            : akira kurosawa           
Durasi                  : 185 menit

No comments: