Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Friday, July 20, 2012

Klab Klassik Edisi Nonton : Nosferatu A Symphony of Horror (1922) “Vampire terseram sepanjang masa”

Minggu, 22 Juli 2012
Pukul 15.00 s/d selesai
Tobucil, Jl. Aceh No. 56
Gratis dan terbuka untuk umum

Cerita tentang vampir penghisap darah dari kastil tinggi pegunungan carpathian, Romania yang berjuluk count drakula ini masih menyimpan banyak misteri dimana sesungguhnya figur drakula sendiri ialah adaptasi sang penulis Bram Stoker terhadap tokoh nyata Vlad the impaler seorang penguasa pelindung kristiani di daratan eropa timur. Drakula ialah makhluk terkutuk yang hidup abadi menyambung hidupnya dengan cara menghirup darah manusia, memiliki kemampuan mistis bisa mengubah dirinya menjadi kelelawar, menghipnotis binatang dan manusia, tidur didalam peti jenazah jika siang dan drakula hanya bisa dibunuh sebelum matahari terbenam dengan cara menusuk jantungnya dengan pasak atau salib kayu. Seperti itulah drakula yang digambarkan oleh bram stoker


Friedrich Wilhelm Murnau sutradara asal jerman sangat terkesan dengan kisah tersebut, hingga ia terobsesi membuat filmnya, mengambil judul “Nosferatu Ein Symphonie Des Grauens (judul baratnya ialah Symphony of Horror) film yang merupakan adaptasi 100 % dari novel drakula tersebut digugat hak cipta oleh janda sang penulis, florence stoker menuduh murnau sebagai plagiat dan pengadilan akhirnya mengabulkan gugatannya dengan menghancurkan seluruh copyan film ini dari peredaran pasar, walaupun akhirnya setelah florence stoker meninggal akhirnya film ini diangkat kembali dengan beberapa perubahan nama karakter untuk menghormati mendiang bram stoker, contohnya seperti Count Dracula dirubah menjadi Count Orlok, Jonathan Harker menjadi Thomas Von Hutter, dan apabila dalam novelnya drakula berlayar dari transylvania ke london, inggris maka di film ini diganti menjadi ke wishburg jerman, karakter kunci seperti Prof. Van Helsing dihilangkan oleh murnau.


Apabila kebanyakan film horor genre vampir sekarang menggambarkan drakula identik dengan casanova berwajah tampan karena untuk menarik perhatian mangsa wanita seperti yang terjadi di film “interview with the vampire” mungkin hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh karakter drakula oleh Bela Lugosi di tahun 1931, namun dalam Nosferatu visualisasi count orlok ialah tinggi kurus, botak, telinga panjang seperti setan, gigi depan seperti tikus dan kukunya yang sangat panjang membuat tokoh orlok sangatlah tidak “manusiawi” dan menakutkan untuk dilihat. Konon sang tokoh yang menjadi count orlok yaitu aktor watak Max Schreck (Schreck dalam bahasa jerman artinya teror) ialah aktor yang sangat metodis untuk menjiwai perannya sebagai vampire, ia tidak pernah melepaskan make up dan selalu muncul dihadapan para kru syuting hanya ketika malam hari, rumor mengatakan jika Max Schreck sebenarnya ialah vampir asli yang berperan menjadi aktor film, di tahun 2000 kisah dibalik pembuatan film nosferatu yang fenomenal ini kembali difilmkan dengan judul “Shadow of the Vampire” dimana John Malkovich berperan menjadi F.W.Murnau dam Willem Dafoe menjadi Max Schreck, dan dafoe meraih oscar best supporting actor untuk aktingnya yang brilian, remake film ini dibuat kembali mencekam di tahun 1979 oleh sutradara Werner Herzog dengan judul “Nosferatu The Vampyre” dan aktor jenius Klaus Kinski menjadi sang nosferatu.

Scoring film ini sangatlah cerdas, string section yang menghiasi kebisuan film ini bisa menghadirkan atmosfir yang mencekam sepanjang waktu, gestur max schrech sebagai nosferatu sang vampire di film ini tidak akan terlupakan, film ini berdurasi 82 menit dan sangat menakutkan.

No comments: