Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Sunday, December 23, 2012

Dua Lagu Baru untuk RGB

Minggu, 23 Desember 2012

Meskipun rata-rata aktivitas di Tobucil sudah mulai libur akhir tahun, grup Ririungan Gitar Bandung (RGB) belum juga mau menyerah. Mereka masih tetap berlatih rutin seperti biasanya. Hal ini tentu saja didorong oleh kenyataan bahwa mereka harus konser di bulan Maret nanti. Kata sang ketua, Sutrisna, "Persiapan tidak boleh longgar."


Konser yang akan digelar Maret nanti, seperti yang sudah diberitahukan sebelumnya, akan bertemakan lagu-lagu The Beatles. Setelah cukup lancar dengan sejumlah stok lagu seperti Drive My Car dan Come Together, RGB mendapatkan asupan lagu baru yaitu Let It Be dan Imagine. Meski Imagine adalah lagu yang digubah setelah John Lennon lepas dari The Beatles, namun karya tersebut tetap dilatih. Hanya dihadiri enam orang, RGB tetap bersemangat. Terbukti dengan karya Let it Be yang sukses dibaca hingga akhir. Imagine tidak langsung dilatih karena peserta tidak memenuhi kuorum -Imagine diaransemen untuk delapan gitar!-.


Meski waktu konser sudah dekat, RGB ini mengandung sejumlah persoalan. Misalnya, jumlah peserta yang hadir terlalu sedikit dan jauh di bawah peserta konser tahun 2009 silam yang mencapai lebih dari sepuluh. Padahal, keanggotaan RGB kali ini sudah sangat murah, yakni lima ribu per bulan -bandingkan dengan tahun 2009 dimana kebijakan administrasi diterapkan lima puluh ribu untuk tiga bulan-. Untuk RGB kali ini, sebenarnya jumlah repertoar serta kesempatan tampil pun cukup meningkat. Dalam sebulan terakhir, RGB sudah main di dua acara publik yakni Car Free Day Buahbatu dan sebuah acara sekolah musik di Metro Trade Centre. 

Memang kehadiran yang secara kuantitas sedikit ini, sama sekali tidak menyurutkan semangat peserta. Namun alangkah indahnya jika label 'ririungan' sejalan dengan kuantitas yang cukup. Setidaknya dari sudut pandang penonton, kelihatan bahwa yang tampil di atas panggung begitu meriah, semangat, dan terkesan para gitaris sedang bersilaturahim: 'ngariung' sambil bercanda tawa. 

No comments: