Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Monday, February 25, 2013

Ririungan Gitar Bandung Main The Beatles!


Sabtu, 2 Maret 2013
Auditorium IFI - Bandung
Jl. Purnawarman no. 32
Pk. 19.00 - 21.00
Harga Tiket Diserahkan pada Penonton
Informasi: Syarif (0817-212-404)

Pengantar

Sebelum acara ini, lebih dari setahun lalu ada konser serupa di Bandung yang digagas oleh Haryo Yose Soejoto. Idenya mirip: Mengangkat karya-karya dari kelompok musik era 60-an dan 70-an melalui instrumen dan format yang secara stereotip biasa digunakan untuk memainkan karya-karya musik klasik. Bedanya, Yose mengangkat lebih banyak kelompok musik dengan genre spesifik yaitu rock. Karya-karya dari Led Zeppelin, Jimi Hendrix, dan Emerson Lake and Palmer secara apik dipresentasikan oleh orkestra yang dibina olehnya, yakni Anime String Orchestra (Astro). Seperti yang diduga sebelumnya, pertunjukkan semacam itu sukses mendatangkan dua komunitas sekaligus: Mereka yang gemar musik klasik, dan mereka yang gemar musik rock.

Ririungan Gitar Bandung (RGB) tentu saja tidak bisa kita samakan levelnya dengan Astro. Nama yang terakhir disebut adalah kumpulan pemain profesional yang bergabung dalam satu wadah yang dikelola oleh komposer, arranger, dan konduktor berkelas seperti Yose. RGB bisa dibilang merupakan ensembel gitar yang terkandung di dalamnya dominasi pemain yang dapat dikatakan amatir. RGB memang dibuka untuk siapa saja dan cenderung ditujukan bagi siswa-siswi yang masih belajar gitar klasik agar mereka menemukan komunitas untuk berbagi. Dengan level permainan yang belum bisa dikatakan mahir, RGB mencoba untuk "mengejar" konsep brilian dari Yose untuk sama-sama merepresentasikan kelompok musik yang -tidak berdosa jika kita katakan bahwa taraf kesejarahan dan pengaruh yang dihasilkannya- sama-sama bisa kita sematkan label "musik klasik", yakni The Beatles.

Konser Ririungan Gitar Bandung Main The Beatles yang seolah-olah "cross-over" ini seringkali punya alasan klise yang dibuat-buat seperti "berupaya membumikan musik klasik". Saya bukan termasuk ke dalam golongan yang berkata, "Sebelum kamu dengerin Bach, Dvorak, atau Rachmaninoff, coba deh dengerin dulu orkestra yang maenin OST Twillite atau permainan piano David Foster." Mengapresiasi musik klasik seringkali lebih banyak menemui kegagalan jika melalui gerbang masuk musik pop. Memang bisa saja dalam tataran instrumentasi, kita membiasakan diri dengan bunyi piano ataupun orkestra dengan karya yang simpel sebelum memasuki rimba kerumitan musik era Renaisans hingga Romantik. Namun upaya semacam itu sering mentok ketika mulai bersentuhan dengan harmoni, progresi, kadens, dan term-term musikal yang lebih kompleks. Untuk memahami keruwetan musik klasik rasanya tidak cukup dengan selewat-selewat mendengarkan musik pop. Musik klasik, untuk menyentuh "inti persoalan"-nya seringkali kita perlu memahaminya via sejarah, seni, sastra, dan sejumlah amunisi teori musik yang kontekstual dengan si musik itu sendiri.

Konser RGB ini, meski dilatari oleh sebagian besar pemain yang berlatarbelakang gitar klasik, namun tidak ada semacam tendensi bahwa tujuan diselenggarakannya adalah dalam rangka membumikan musik klasik. Terlalu naif jika katakan bahwa musik klasik haruslah membumi -sama seperti kita menyuruh musik Chick Corea diputar di radio anak muda atau lukisan Jackson Pollock diwajibkan dipahami oleh para seniman Jelekong. Musik klasik harus dikenal seluas mungkin tentu saja iya, tapi keluasan ini jika tidak dibarengi pemahaman yang mumpuni akan jadi eksklusivitas kosong dan yang terjadi malah penyalahgunaan.

Jika demikian halnya, apa tujuan dari konser RGB ini? Kami tidak punya alasan yang rumit-rumit dan dibuat-buat. Kami hanya ingin memberikan penghormatan setinggi-tingginya bagi band yang sudah mengubah wajah dunia dalam lima puluh tahun terakhir. Kami hanya ingin memanjatkan doa sekaligus berterima kasih atas musik-musik dari John, Paul, George, dan Ringo yang secara harmoni dan progresi jauh dari kerumitan musik Bach, tapi dibuat dengan ikhtiar keras dan jiwa yang ditumpahkan setumpah-tumpahnya. Kami juga ingin RGB belajar dari sari-sari perjuangan The Beatles, bahwa rumit itu tidak selamanya penting. Ketika kamu bermain dengan jiwa dan hati yang bertujuan demi keluhuran estetika itu sendiri, kamu akan didengar. Kamu akan mendunia.

Tentang Ririungan Gitar Bandung

Ririungan Gitar Bandung (RGB) adalah kelompok ensembel gitar untuk umum yang didirikan pada bulan Januari 2009. Ensembel yang berada di bawah payung KlabKlassik ini, menyelenggarakan latihan secara rutin seminggu sekali di bawah binaan Sutrisna, Kristianus Tri Adisusanto, dan Yunus Suhendar. Sistem latihannya yang terbuka untuk umum membuat RGB diisi oleh orang-orang dari beragam usia dan latar belakang. Pada bulan November 2009, RGB tampil di konser tunggal perdananya dengan tajuk Ririungan Gitar Bandung: Maen!. Setelah itu, RGB rutin tampil di acara-acara seperti konser sekolah musik, acara-acara komunitas serta penampilan di ruang publik. Setelah hampir empat tahun tidak menyelenggarakan konser tunggal, RGB berencana kembali menggelarnya di awal tahun 2013 dengan tajuk Ririungan Gitar Bandung Main The Beatles.

Personel RGB dalam konser menampilkan karya-karya The Beatles ini adalah: Ilalang Dzahira Anwar, Nasrullah Putra, Rendy Lahope, Adli Sabila Jannatul Ma'wa, Edo Persadanta, Johanes Dodi, Alkautsar Purnama Agung, Kristianus Tri Adisusanto, Prabu Perdana, Deni Ramdani, Bagas Budi Widya, Trisna Karisma, Tubagus Pandu Mursahdo.





Karya-Karya yang Akan Ditampilkan

Tidak hanya RGB, konser ini juga akan menampilkan Ammy Alternative String, Bandung Guitar Society, Minorchy BNZ, Royke Ng Kuartet, Andi Danial - Syarif Maulana, dsb yang akan menampilkan karya-karya The Beatles seperti:

Because
Blackbird
Come Together
Drive my Car
Eleanor Rigby
Fool on The Hill
From Me to You
Hey Jude
If I Fell
In My Life
I Saw Her Standing There
I Want to Hold Your Hand
Let it Be
Long and Winding Road
Norwegian Wood
Penny Lane
Yesterday





No comments: