Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Sunday, March 03, 2013

Representasi Kehidupan Schubert Via Piano Empat Tangan

Jumat, 23 Februari 2013

Resital Piano Empat Tangan Lendi - Danang: All Schubert Recital berlangsung apik. Penampilan duet guru-murid memainkan karya-karya Franz Schubert ini dibagi dalam dua sesi yang menampilkan kekontrasan karakter karya sang maestro. Sesi pertama memainkan karya berdurasi empat puluh menit yang dibagi dalam empat bagian berjudul Grand Duo. Karya yang berkarakter amat simfonik ini komposisinya cukup kompleks dan sulit untuk ditangkap melodinya. Keduanya bermain apik meski harus berhadapan dengan lagu yang membutuhkan teknik tinggi. Yang menarik, sebelum mulai memainkan karya, Danang secara fasih menyampaikan tetek bengek mengenai karya ini terlebih dahulu. Pemaparannya cukup panjang, hampir sepuluh menit. Meski demikian, penonton jadi paham bagaimana mengapresiasi karyanya.

Sebelum mulai mereprensentasikan karya, masing-masing pemain diberi kesempatan memberi pemaparan.
Sesi dua berlangsung sebaliknya. Karya Rondo in A Major dan Fantasia in F Minor adalah lagu yang amat melodius. Lagu yang melodinya mudah ditangkap ini, menurut pemaparan Pak Lendi, justru diciptakan menjelang akhir hayat Schubert yang usianya relatif pendek (32 tahun). Artinya, Schubert menurunkan kompleksitas komposisi dibandingkan ketika ia berusia muda. Meski demikian, kesederhanaan komposisinya ini tidak lantas membuat karya-karya "Schubert akhir" kehilangan kedalaman. Resital Schubert ini, dengan gabungan antara permainan dan pemaparan, sepertinya sukses "menghadirkan" sang maestro ke tengah-tengah penonton yang mengapresiasi di Auditorium IFI - Bandung. 

Guru-murid melebur membawakan karya sang maestro era Romantik.

Iswargia R. Sudarno (Lendi) adalah pianis jebolan Manhattan School of Music yang pernah berguru pada pianis kenamaan dunia seperti Hansjorg Koch, Bela Siki, Rita Sloan, Gabriel Chodos dan Robert Levin. Aktivitasnya sekarang adalah lebih banyak mengajar dan menghasilkan sejumlah pianis muda berprestasi. Danang Dirhamsyah adalah salah satu murid yang diajarnya di Universitas Pelita Harapan. Danang adalah peraih Gold Prize di Asia International Piano Academy and Festival di Korea tahun 2012 dan dianugerahi Special Jury Prize. Meski usianya masih sangat muda (kelahiran tahun 1990), Danang tampak tidak canggung sama sekali bermain dengan gurunya. Mereka malah melebur, menjadi satu, mempresentasikan dengan baik karya-karya sang maestro Era Romantik yang pada masa mudanya amat disayang oleh dua komposer besar: Antonio Salieri dan Ludwig van Beethoven.
 
Akhir yang menyenangkan.

No comments: