Selamat datang di blog klabklassik, tempat dimana kita bisa berbagi apresiasi, edukasi dan informasi seputar musik klasik.

Dalam ruang maya ini, stereotip tangguh tentang eksklusivitas, kekakuan, dan tak membumi-nya musik klasik akan sama-sama kita upayakan agar cair lewat proses berbagi yang hangat, terbuka, santai, dan penuh cinta.

Mari mengapresiasi dengan hati, lalu ciptakan ruang musik klasikmu sendiri.

Wednesday, March 06, 2013

RGB Main The Beatles: Dari Latihan di Beranda ke Panggung yang Nyata

Sabtu, 2 Maret 2013

Kerja keras Ririungan Gitar Bandung (RGB) yang berlatih setiap minggunya di beranda Tobucil sejak enam bulan terakhir terbayar jua. Mengusung konsep memainkan lagu-lagu The Beatles, para pemain yang berjumlah sebelas orang tersebut berhasil menuntaskan empat karya dalam konser yang digelar Senin lalu di Auditorium IFI.
Karena empat lagu dirasa terlalu singkat untuk sebuah konser, maka RGB mengundang sejumlah penampil lain dalam berbagai format untuk meramaikan. Setelah video pembukaan dari Diecky selama kurang lebih sembilan menit -Diecky khusus mengirim dari Pontianak!- yang berkisah sedikit tentang sejarah The Beatles dan pengaruh musiknya terhadap dunia, acara langsung dibuka dengan penampilan solo Ilalang Dzahira Anwar memainkan karya Yesterday. Setelah lagu yang cukup pendek itu, berturut-turut masuk penampil solo lainnya yakni Dudy Arifullah dan Alkautsar Purnama Agung yang membawakan The Long and Winding Road dan I Want to Hold your Hand. Keduanya sukses memainkan karya tersebut secara apik.
Dudy Arifullah memainkan Long and Winding Road.
Setelah habis penampilan solo, acara konser RGB Main The Beatles sekarang memasuki sesi ensembel. Duet Prabu Perdana dan Deni Ramdani tampil syahdu membawakan karya The Beatles yang terkenal dengan harmonisasi vokal Lennon dan McCartney yakni Because. Setelah Prabu-Deni, kemudian yang naik panggung berikutnya adalah Johanes Dodi dan Rendy Lahope. Keduanya tampil atraktif memainkan lagu-lagu The Beatles yang diaransemen oleh komposer kenamaan, Leo Brouwer. Dua lagu yang dimainkan Dodi - Rendy adalah Fool on The Hill dan Penny Lane. Lagu yang disebutkan terakhir banyak mengundang tepuk tangan karena penuh dengan liukan-liukan blues
Prabu - Deni membawakan Because.
Setelah dua penampilan duo menghibur penonton, sekarang yang tampil adalah format kuartet. Kuartet Bandung Guitar Society dengan lagu In My Life tampil rapi dengan aransemen yang menyerupai aslinya. Berbeda dengan penampil setelahnya yaitu Royke Ng Kuartet yang tampil dengan aransemen yang betul-betul berbeda. Lagu Hey Jude digarap ulang oleh Cindy (salah satu personel Royke Ng kuartet)  dengan sangat atraktif hingga sanggup membuat penonton ikut bernyanyi di bagian, "Na.. na.. na.. Hey Jude." Setelah Royke Ng Kuartet, hadir kemudian Dodi and Friends yang juga sama-sama mengusung formasi empat orang. Mereka hadir membawakan tiga lagu yakni Blackbird, Eleanor Rigby, dan Can't Buy Me Love.
Royke Ng Kuartet membawakan Hey Jude.
Setelah rehat sekitar sepuluh menit, sekarang tiba bagian dimana yang tampil adalah mereka yang berformat lebih ramai dan beragam. Minorchy Bnz yang merupakan perwakilan Purwatjaraka Batununggal tampil dengan format band lengkap membawakan Hey Jude dan From Me To You. Dengan formasi piano, keyboard, gitar, bass, cajon, tiga biola, dan vokal, rata-rata personel yang merupakan kelahiran tahun 2000-an, cukup baik dalam membawakan karya-karya The Beatles yang populer di era tahun 1970-an dan 1980-an. 
Minorchy Bnz memainkan Hey Jude dan From me To You.
Berakhirnya Minorchy Bnz membawa penonton pada penampilan atraktif dari Ammy Kurniawan. Di lagu pertama, secara mengejutkan Ammy -yang terkenal dengan permainan biolanya- bermain solo gitar memainkan lagu Blackbird. Dengan menggunakan efek, ia tampil apik dengan meramu antara tempo lambat dengan arpeggio ala klasik dan tempo cepat dengan gaya strumming ala bluegrass dan sedikit sentuhan blues. Setelah permainan Ammy yang mengundang decak kagum, ia memanggil muridnya yang bernama Retno. Retno yang memainkan biola, secara atraktif berduet dengan Ammy -yang teguh dengan gitarnya- memainkan satu karya yang beraroma rock n roll cukup kental berjudul I Feel Fine. Yang menarik dari penampilan ini adalah intro pembukanya, yang berupaya menipu penonton dengan menyuguhkan potongan lagu Girl. Setelah duet tersebut, Ammy dipaksa bermain biola oleh penonton. Akhirnya ia pun dengan rela memainkan Norwegian Wood diiringi oleh Syarif.
Ammy dan Retno memainkan I Feel Fine.
Akhirnya perjalanan panjang selama lebih dari satu jam mengantarkan pula pada penampilan puncak yakni RGB. RGB memainkan empat buah lagu yakni Come Together, If I Fell, Let it Be dan Drive My Car. Dengan menggunakan kaos bergambar personel The Beatles, RGB tampil penuh semangat seolah menumpahkan apa yang sudah dilatih selama enam bulan terakhir. Penonton tertawa riuh ketika RGB melakukan sedikit atraksi di akhir lagu Let it Be. RGB mengulang-ulang secara tak terbatas bagian coda sehingga penonton tidak bisa bertepuk tangan. Hal ini memang sengaja dilakukan sebagai aksi panggung. Tak lupa juga, di bagian akhir Drive My Car, RGB juga menyelipkan tema lagu cingcangkeling yang membuat penonton tertawa geli.
Ririungan Gitar Bandung.
Bagi KlabKlassik sendiri, keberhasilan RGB tampil dalam konser sendiri ini adalah yang kedua kalinya setelah tahun 2009. Perlu menunggu hingga empat tahun sampai RGB sanggup tampil atas nama dirinya sendiri. Untuk kelompok ensembel gitar yang dibuka untuk umum, dengan personel yang datang dan pergi, memang konsistensi menjadi hal yang sulit dilakukan. Maka ketika konser RGB Main The Beatles terselenggara dengan sukses, tawa para peserta meledak tanda kelegaan yang luar biasa.

No comments: